Jumat, 02 Oktober 2015

DETEKSI DINI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan / pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah.  Dengan dtemukan secara dini penyimpangan / masalah tumbuh kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan, tenaga kesehatan juga mempunyai “waktu” dalam membuat rencana tindakan / intervensi yang tepat, terutama ketika harus melibatkan ibu / keluarga.  Bila penyimpangann terlambat diketahui, maka intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Deteksi dini tumbuh kembang dapat berupa

·  Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan yaitu untuk mengetahui / menemukan status gizi kurang / buruk dan micro / makrosefali

· Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan) , gangguan daya lihat, gangguan daya dengar.

Instrumen penilaian pertumbuhan
a.  untuk mengetahui apakah berat badan anak mengalami kenaikan, tetap atau turun dapat dilihat melalui kartu menuju sehat (KMS) Balita. 
b.  sedangkan untuk mengetahui bagaimana status gizi anak (gizi lebih, normal, kurang atau buruk)  dapat diketahui dengan menggunakan rumus Z-SCORE (WHO-NCHS)

Instrumen penilaian Perkembangan
a. menggunakan instrumen kuesioner pra skrening perkembangan (KPSP), instrumen ini digunakan pada anak umur 3 bulan sampai dengan umur 72 bulan
b. menggunakan instrumen DDST II, instrumen ini digunakan pada anak umur 0 bulan sampai dengan umur 72 bulan


Cara pengisian KMS Balita
pada grafik berat badan, diisi dengan berat badan anak saat dilakukan penimbangan, 1 bulan 1 x. Hasil penimbangan dicantumkan pada grafik yang sesuai, yang mempertemukan antara bulan penimbangan dan BB anak, diisi dengan memberikan tanda titik. tanda titik ini harus dihubungkan dengan tanda titik pada hasil penimbangan bulan berikutnya. sehingga bisa digambarkan sebuah grafik yang menunjukkan bagaimana grafik BB anak apakah mengalami penurunan, tetap ataukah peningkatan. bila anak tidak melakukan penimbangan pada bulan sebelumnya, maka hasil penimbangan bulan ini tidak boleh dihubungkan. jadi KMS hanya dapat digunakan untuk menilai pola pertumbuhan anak (NAIK, TURUN, TETAP) dan tidak dapat digunakan untuk menilai status gizi anak

pada kolom bawah (kolam bulan) untuk kolom 0 diisi dengan bulan kelahiran anak, untuk kolom selanjutnya diisi dengan kolom untuk bulan selanjutnya setelah bulan lahir secara berurutan.

 misalnya : anak X lahir bulan Maret 2009
                 maka kolom 0 pada kolom bulan diisi dengan bulan Maret, dan kolom 1 diisi bulam April, kolom 5 diisi dengan bulan Agustus, demikian seterusnya. lihat gambar klik disini





Tidak ada komentar:

Posting Komentar